Home » » Sejarah Mahabarata

Sejarah Mahabarata


Sejarah Mahabarata

Agan - agan masih ingat ga sama cerita Mahabarata, atau mungkin malaha ada yg blum tau...ini ane mau cerita nie gan...
ini ane kutib dari wikipedia –> Mahābhārata merupakan kisah epik yang terbagi menjadi delapan belas kitab atau sering disebut Astadasaparwa. Rangkaian kitab menceritakan kronologi peristiwa dalam kisah Mahābhārata, yakni semenjak kisah para leluhur Pandawa dan Korawa (Yayati, Yadu, Puru, Kuru, Duswanta, Sakuntala, Bharata) sampai kisah diterimanya Pandawa di surga.

Ceritanya ttg Keluarga & keturunan Dasarata. Cucu2 merekalah tokoh utamanya, yaitu Pandhawa,5 bersaudara keturunan Pandhu – Dewi Kunti dan Dewi Madrim. Yaitu : Yudhistira, Bima, Arjuna, si kembar nakula dan sadewa. Dan sepupu2 mereka Kurawa, 100 orang bersaudara, 99 orang laki-laki dan 1 orang perempuan, keturunan Destrarata dan Dewi Gandari, antara lain : Duryudana, Dursasana, Dursilawati, dll.

Cerita awal berasal dari Prabu Santanu adalah seorang raja mahsyur dari garis keturunan Sang Kuru, berasal dari Hastinapura. Prabu Sentanu yang memiliki seorang istri bernama Dewi Gangga, titisan Dewi dari Khayangan, yang dihukum ke bumi. Sebelum menjadi istri, Dewi Gangga mengajukan syarat, bila mereka memiliki anak, hingga anak ke 8 harus dibuang ke sungai Yamuna. Setelah itu barulah anak ke-9 akan dipelihara. Tetapi ketika mereka punya anak, hingga anak ke-8, ketika akan dibuang ke sungai, Prabu Sentanu mencegah Dewi Gangga. Prabu Sentanu tak mengerti mengapa darah dagingnya harus dibuang ke sungai, sungguh keji. Akhirnya Dewi Gangga menceritakan asal usulnya dan mengapa ia harus membuang darah dagingnya. Dewi Gangga dihukum ke Bumi karena kainnya tersingkap saat sedang upacara di khayangan. Ada brahmana2 yang melihat kainnya tersingkap. Oleh sebab itu Dewi Gangga dan brahmana2 tsb harus dihukum ke bumi, dan baru bisa kembali bila 8 bayi dikorbankan. Dan apabila di bumi Dewi Gangga memiliki suami dan menanyakan asal usulnya, saat itulah Dewi Gangga harus kembali ke khayangan. Bayi yang akan dibuang itupun dipelihara oleh Prabu Sanjaya dan dinamai Bisma Dewabrata, manusia 1/2 dewa.

Setelah ditinggal Dewi Gangga, akhirnya Prabu Santanu menjadi duda. Beberapa tahun kemudian, Prabu Santanu melanjutkan kehidupan berumah tangga dengan menikahi Dewi Satyawati, puteri nelayan. Bisma Dewabrata bersumpah bahwa dia tidak akan menikah, karena Dewi Satyawati mengajukan syarat kepada Prabu Santanu, bahwa harus keturunannyalah yang menjadi raja di Hastinapura. Dari pernikahan tersebut, Sang Prabu berputera Sang Citrānggada dan Wicitrawirya. Citrānggada wafat di usia muda dalam suatu pertempuran, kemudian ia digantikan oleh adiknya yaitu Wicitrawirya. Wicitrawirya juga wafat di usia muda dan belum sempat memiliki keturunan.

Atas bantuan Resi Byasa, kedua istri Wicitrawirya, yaitu Ambika dan Ambalika, melahirkan masing-masing seorang putera, nama mereka Pandu (dari Ambalika) dan Dretarastra (dari Ambika).

Dretarastra terlahir buta, maka tahta Hastinapura diserahkan kepada Pandu, adiknya. Pandu menikahi Kunti kemudian Pandu menikah untuk yang kedua kalinya dengan Madrim, namun akibat kesalahan Pandu pada saat memanah seekor kijang yang sedang kasmaran, maka kijang tersebut mengeluarkan (Supata=Kutukan) bahwa Pandu tidak akan merasakan lagi hubungan suami istri, dan bila dilakukannya, maka Pandu akan mengalami ajal. Kijang tersebut kemudian mati dengan berubah menjadi wujud aslinya yaitu seorang pendeta.

Kemudian karena mengalami kejadian buruk seperti itu, Pandu lalu mengajak kedua istrinya untuk bermohon kepada Hyang Maha Kuasa agar dapat diberikan anak. Lalu Batara guru mengirimkan Batara Dharma untuk membuahi Dewi Kunti sehingga lahir anak yang pertama yaitu Yudistira Kemudian Batara Guru mengutus Batara Indra untuk membuahi Dewi Kunti shingga lahirlah Arjuna, lalu Batara Bayu dikirim juga untuk membuahi Dewi Kunti sehingga lahirlah Bima, dan yang terakhir, Batara Aswin dikirimkan untuk membuahi Dewi Madrim, dan lahirlah Nakula dan Sadewa – Kelima putera Pandu tersebut dikenal sebagai Pandawa.

Dretarastra yang buta menikahi Gandari. Gandari, ketika menikahi Drestarasta yang buta, ia bersumpah tidak akan melihat matahari lagi. Ia pun menutup matanya pada siang hari. Kemudian mereka memiliki seratus orang putera dan seorang puteri yang dikenal dengan istilah Korawa. Pandu dan Dretarastra memiliki saudara bungsu bernama Widura. Widura memiliki seorang anak bernama Sanjaya, yang memiliki mata batin agar mampu melihat masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Sitemap | Disclaimer | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2013. Memed Al Fayed - All Rights Reserved
Find Us on : Memed Al Fayed on Twitter | World Wide Worth On Facebook
Thanks to : Google | Yahoo | Bing | Blogger